Tips Memotret Anak-anak


josh !

tOekangpoto Indonesia

Foto by Anissa Trisdianty Foto by Anissa Trisdianty

Memotret anak-anak menjadi salah satu hal yang mengasyikkan. Ekspresi lugu, tingkah polah yang spontan menjadi daya tarik tersendiri untuk diabadikan. Namun terkadang, mengabadikan daya tarik anak-anak kedalam frame tidak semudah menikmatinya dengan mata telanjang.  Seringkali hasil yang tertangkap kamera tampak blur semua dikarenakan gerak dinamis mereka, atau terlambat menangkap momen.

Artikel ini akan berbagi sedikit pengalaman memotret makhluk paling jujur dan menyenangkan ini. Selamat membaca …

1. Persiapkan Kamera

Banyak hal tidak terduga ketika memotret anak kecil. Mereka bisa saja tersenyum, berlari, merengut, menangis dan tertawa dalam waktu yang bersamaan. Gerak mereka pun lebih dinamis dibandingkan orang dewasa. Oleh karena itu, selain pendekatan yang tepat, kita pun harus mempersiapkan kamera dengan tepat. Untuk sesi foto bersama anak-anak, saya biasa mengatur kamera dengan beberapa pilihan pengaturan sebagai berikut:

# Gunakan Continue Mode / Burst (atau Mode Scene: Sports) 

Karena anak-anak cenderung banyak bergerak, kita akan kewalahan jika memaksakan…

View original post 554 more words

Advertisements

KENALAN DENGAN LENSA Yuks !


tOekangpoto Indonesia

jenis varian lensa, dari kecil sampai besar sesuai fungsi (sumber: Google) jenis varian lensa, dari kecil sampai besar sesuai fungsi (sumber: Google)

Sobat TP’ers yang sudah baca tentang artikel Tips Memilih Kamera atau jangan-jangan sudah memiliki kamera. Kali ini kita akan ngobrolin tentang lensa, lebih tepatnya lensa untuk kamera DSLR. Ada berapa jenis lensa dan kegunaannya? Cekidot sob..

Tau kan, dimana letak lensa bercokol di body DSlR?, itu tuh yang mancung ada di depan kamera. Keberadaannya bisa dipasang lepas dan diganti sesuai kebutuhan jenis pemotretannya.
Pada secuplik obrolan “Potonya mantabs keren kang, pake lensa berapa mili? ?” Tanya Neng Wati kepada rekannya (dalam hati Neng Wati bergumam, “tapi masih kerenan dirimu daripada fotomu”…eaaa).
Husss kembali ketopik. Nah, percakapan tersebut sebenarnya sedang membicarakan tentang Focal Length/panjang focal pada lensa.

18-55mm merupakan contoh nilai focal length pada sebuah lensa (sumber: Google) 18-55mm merupakan contoh nilai focal length pada sebuah lensa (sumber: Google)

FOCAL LENGTH

Focal length secara sederhana diartikan sebagai jarak pusat optik lensa menuju bidang pada sensor/film pada kamera. Focal length…

View original post 1,008 more words

Nusantara-Indonesia Leadership Camp 2013, Univ. Indonesia


Foto 

Selasa, 3 September 2013, sembilan delegasi Universitas Sebelas maret berangkat menuju Depok, dengan tujuan utama Universitas Indonesia (UI). Kami  akan mengikuti pelatihan kepemimpinan atau yang sering disebut Leadership Camp. Program yang diselenggarakan oleh IleaD Universitas Indonesia ini diselenggarakan langsung oleh bagian Kemahasiswaan UI.

Program ini adalah program keempat yang telah diselenggarakan sejak tahun 2010, dan telah melulusan lebih dari 400 pemuda dengan paradigma dan orientasi gerakan baru, gerakan untuk membangun Indonesia. Namun, ada yang sangat istimewa dalam ILC 2013 ini, karena seperti yang telah tertulis dalam judul, tahun ini nama ILC di-merger dengan program lain yang dinamai Nusantara Leadership Camp (NLC), yang berusaha menghimpun peserta dari negara-negara anggota ASEAN terutama yang masih termasuk satu rumpun, serantau – dalam bahasa melayu. Tanah Nusantara, rantau Nusantara.

Program yang dilaksanakan selama lima hari ini dihadiri oleh 100 mahasiswa  dari Indonesia yang telah melewati seleksi dari 338 applicant, 20 mahasiswa dari beberapa Universitas terbaikdi Malaysia, dan 5 mahasiswa dari Thailand. Kemudian dari 125 mahasiswa ini, 13 finalis terbaik diberi kesempatan untuk memresentasikan social enterpreneur project dan social program yang telah mereka susun sebelumnya sebagai syarat mengikuti ILC – NLC 2013. Terpilihlah 3 terbaik dari kategori social enterpreneur project dan 3 terbaik social program, 3 peserta terbaik, dan 1 peserta sebagai Best Essay.

Hari pertama, Rabu, pembukaan ILC-NLC 2013 telah bersuasana megah di balai sidang UI. Dihadiri oleh rektor UI, beberapa pembicara dari Indonesia dan Malaysia, Presiden Serikat Transformasi Serantau (STS), dan yang lebih membuat acara ini ‘berasa’ internasional adalah hadirnya perwakilan dari Senator Malaysia. Dekorasi dan sound effect garapan panitia juga sangat menunjukkan bahwa acara ILC-NLC 2013 adalah acara resmi yang bukan main-main dengan luaran tunas-tunas pemimpin yang siap membesarkan komunitas negara-negara di ASEAN, menyongsong ASEAN Community yang sedang ramai dibicarakan akhir-akhir ini.

Setelah Grand Opening, dilanjutkan dengan beberapa sambutan singkat dan berisi berat dari berbagai ‘guru’ dengan latar ilmu, lingkungan, dan pandangan yang berbeda, namun tetap dalam satu visi yang sama, membina pemuda dari seluruh Nusantara menuju satu pemahaman akan kepemimpinan yang benar, kepemimpinan yang menghidupkan. Kemudian acara dilanjutkan dengan Seminar Nusantara dengan pemateri Dr Wan Muhammad Noor Wan Daud – mantan ketua persatuan mahasiswa muslim  Malaysia, Amerika, dan Canada, Dr Yon Machmudi – salah satu founder IleaD UI, dan Dr Abdurakhman – akademisi yang konsen dengan isu komunitas keagamaan tingkat internasional. Menjelang malam ditutup dengan Soft Side Leadership Training oleh Arief Munandar, trainer inspirasional dengan gaya yang keras, tidak bisa lembut.

Dalam paparannya yang panjang, Dr Arief Munandar membuka dengan satu judul besar yang membuat seluruh ruangan menjadi bergairah, Lead the Thought, Stretch the Limit and Win the War. Benar, dalam tahun millenium abad 21 ini, peperangan bukan lagi dengan fisik, tapi nyata terwujud dalam bentuk  perang ideologis, siapa yang mampu menguasai dunia dengan ideologinya, maka dialah yang akan memenangkan Perang Akhir Dunia suatu saat nanti. Dalam bahasa nasihat Mahatma Gandhi, takdir manusia adalah apa yang mereka pikirkan (ideologi dan kepercayaan).

Mengakhiri hari kedua, ada satu hal yang saya sambungkan sebagai sebuah simpul untuk merangkum sebuah inti. Mahasiswa Malaysia semuanya memakai jas dengan kemeja formal, dan sangat rapi. Secara tidak langsung ini adalah propaganda yang menunjukkan derajat attitude sebuah negara dalam mengikuti sebuah kegiatan formal. Seluruh panitia ILC-NLC 2013 bekerja dengan profesional, well organized, dan juga menggunakan jas. Ini menunjukan bahwa mahasiswa UI seolah ingin menunjukkan bahwa sebagai UI, acara ini harus dilaksanakan secara profesional dengan standar internasional. Pandangan kita (mahasiswa UNS) akan terbuka dalam sebuah agenda berskala nasional.

Hari kedua, kami kedatangan dua tamu terhormat, satu adalah salah satu lulusan terbaik UI, Dr Shofwan Albana Choiruzzad, pemuda lulusan luar negeri dengan gagasan dan hati aktivis untuk Indonesia. Pembicara kedua adalah Mohammad Ezam Noor, salah satu perwakilan dari senat Malaysia yang disebut Ahli Dewan Negara. Talkshow pagi itu berlangsung segar dengan gagasan-gagasan oleh Dr Shofwan Albana yang sangat memahami sejarah, selalu memulai opininya dengan sebuah refleksi sejarah dan membandingkannya dengan masa kekinian. Pemahaman akan sejarah, menunjukkan bahwa seseorang mempunyai wawasan yang sangat luas, ilmu yang tinggi. Talkshow ini dimoderatori oleh presenter lulusan UI yang saat ini aktif sebagai pembaca acara berita di salah satu media televisi nasional, Mega Novelia.

Setelah talkshow yang menyegarkan pagi kami, selepas matahari meninggi, kami disuguhi satu lagi training motivasi dengan brand yang telah dikenal diseluru dunia, Emotional Spiritual Quotient (ESQ) Training. Meski pernah mengikuti training serupa yang diselenggarakan oleh UNS saat pertama kali menjadi mahasiswa, namun training ESQ kali ini dibungkus dengan pengantar dan isi yang berbeda, materi yang totally different. Materi yang  merujuk pada pemaknaan sebagai Leader yang seharusnya, untuk dapat memimpin diri, dan orang lain. Intinya pada sebuah pemahaman agar kita tidak tersesat menjadi satu dari tiga tipe kepemimpinan – Un-ethical leader, Unstable leader, dan Hypocrite leader – dan diharapkan menjadi seorang Great Leader, untuk mengawal diri dan lingkungan menuju kepemimpinan yang menyejahterakan.

Pemateri muda penuh inspirasi, Goris Mustaqim hadir mengisi sela waktu salat ashar dan salat maghrib. Lulusan Institut Teknologi Bandung ini lebih terkenal dengan gerakan Asgar Muda-nya, Asli Garut Muda, sebuah gerakan berkonsep social enterprise yang mengeksplor segala potensi dan peluang pemberdayaan sosial, untuk kemudian hasil akhirnya dijadikan sebagai produk bisnis yang pada akhirnya keuntungan terbesar akan dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat yang terlibat. Sebenarnya gerakan semacam ini bukanlah gagasan baru, telah ditemukan bertahun-tahun yang lalu oleh Prof Muhammad Yunus yang berhasil mengangkat jutaan rakyat miskin di Bangladesh sehingga dapat berjuang untuk hidup yang lebih layak.

Setelah petang telah merata, kami harus segera membuat otak kami menjadi fokus kembali. Pasalnya, paska ini akan dihadirkan tiga praktisi yang telah nyata berhasil dalam meujudkan misi mulianya, social enterprise. Inspirational Dialog, bersama Amirul Haji Muhammad – pengusaha Dinar dan Dirham, Yovita Salisy Aulia – co-founder Nalacity Foundation, dan Baban Sarbana – founder Yatim Online. Tentulah inspiratif karena Nalacity adalah project yang menjadi pemenang di ILC pertama, dan sekarang telah berdiri mandiri tanpa menghilangkan esensi social enterprise.

Sekedar penjelasan, Nalacity Foundation adalah program social enterprise yang berupaya memberdayakan ibu-ibu mantan penderita kusta untuk  memproduksi jilbab dan menjualnya. Ada sebuah daerah di Tangerang bernama Sitanala yang merupakan daerah para mantan penderita kusta. Nalacity memberikan pelatihan, memberitas keseluruhan fasilitas hingga ibu-ibu mantan penderita kusta dapat membuat jilbab yang berkualitas. Selain itu, proses pemasarannya pun dikelola oleh Nalacity Foundation. Dengan adanya program ini, para mantan penderita kusta mendapatkan penghasilan tambahan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Menginjak pukul sembilan, masuk agenda selanjutnya, yaitu bedah film inspiratif. Kami kedatangan aktor senior, produser, sutradara, sekaligus ahli perfilman, Slamet Raharjo, akan memberikan beberapa pencerahan sekaligus makna dari film yang akan kami bedah, film lama yang menggugah nasionalisme kami, Tjoet Nyak Dhien. Slamet Raharjo mengatakan picture dan image berbeda, ketika menggarap film, bagaimana kita dapat menangkap sebuah image, maksudnya adalah sebuah pesan dari sebuah gambar, bukan hanya gambar kosong. Image berarti sebuah gambar yang bicara.

Hari ditutup dengan ide berloncatan. Hari yang luar biasa, dengan pemateri yang luar biasa, dan ilmu yang luar biasa. Esok paginya, kami turun ke jalan, menggali intisari dunia dari alam, meresapi arti kepemimpinan, dari alam – lewat outbond. Didampingi Resimen Mahasiswa UI sebagai fasilitator, saya melewati berbegai game  yang tidak pernah saya lakukan, game yang tidak main-main, dalam dan banyak yang dapat kami pahami. Kerjasama, kerjakeras, strategi, kejujuran, rasa percaya, dan tanggung jawab. Senja mengakhiri keceriaan kami dengan game paling keren yang pernah saya ikuti, membuat rakit dan mengarungi danau artifisial UI. Satu yang saya simpulkan, kita harus serius, dalam bermain.

1379775_10201553890282380_33291439_n 1240475_719038341443889_1802299441_n

Student conference, menggairahkan kami dan menghapus segala penat. Bagaimana tidak? Seluruh peserta ILC-NLC yang telah saya petakan, mayoritas adalah anak-anak Badan Eksekutif Mahasiswa. Bisa dibayangkan jika disandingkan dalam sebuah battle argumen yang keras dengan tingkat egoisme dan individualisme yang tinggi. Acara ini dimoderatori oleh Dr Shofwan Albanna. Tensi memanas, hingga bilangan sebelas, belum juga tuntas mencapai satu kesimpulan. Ini seperti medan peperangan ideologi, pengetahuan, dan pemahaman diri. Sebuah seni pertahanan eksistensi diri, walau dalam beberapa kali, lebih mirip debat kusir. Tapi saya yakin semuanya mencapai satu pemahaman, bahwa banyak sekali perbedaan di dunia, perbedaan yang cukup untuk terjadi sebuah pembunuhan. Oleh karena itu, kita semua harus bersikap ksatria untuk dapat menemukan lebih banyak kesamaan, untuk dunia yang lebih baik.

1003801_645711842115470_571915877_n 1003801_645711842115470_571915877_n 1069428_10201553898962597_276601762_n 547831_10201553901162652_1073910286_n 1174708_699444523404746_1300583858_n

Institutional visit, dalam kamus Cambridge, intitution berarti pengenalan akan sebuah sistem, hukum, dan lainnya. Benarlah nama kegiatan pagi ini, karena kami benar-benar dibedah dan dibuka pandangannya di Rumah Perubahan, sebuah social enterprise yang telah berdiri sejak tahun 2000-an. Program yang digagas oleh guru besar UI, Prof Rhenald Kasali ini saat ini telah mempunyai satu TK yang fokus menerima anak-anak dari golongan keluarga kurang mampu, dan satu Perpustakaan yang terbuka bebas untuk masyarakat, serta sebuah kompleks terpadu pertanian, teknologi, dan institusi keilmuan diatas tanah seluas 5 hektar. Kompleks ini sendiri telah dibuka untuk umum dan menerima pelatihan khusus di bidang social enterprise untuk instiusi pendidikan maupun korporasi. Memprodukdi biogas yang dihasilkan dari beberapa sapi yang dimiliki, tempat pemancingan, pengolahan air embun, area outbond, kolam enceng gondok, dan rumah tempe yang berkonsep higienis dan bermutu tinggi karena direndam dengan menggunakan air embun. Rumah Perubahan Rhenald Kasali, benar-benar membuat pandangan kami berubah, terutama setelah diskusi lebih dari satu jam bersama sang guru besar secara langsung.

1262699_698571610157609_1359355732_o 1270388_10201390291671920_1498046434_o

Malamnya adalah malam puncak, Kenduri Nusantara. Digelar dengan agung dan mewah bertempat di Hotel Crowne Plaza, ini adalah agenda termewah yang pernah saya ikuti. Delegesi UNS diberi kesempatan untuk menampilkan drama dan tari Dolanan, sebuah ide yang terinspirasi oleh Festival Dolanan yang pernah diselenggarakan di UNS. Malam Kenduri Nusantara juga dihadiri oleh beberapa pembicara yang memimpin sesi talkshow dengan sangat baik. Yohanes Surya, Neno Warisman, Shohibul Iman, dan Arief Munandar, serta satu pembicara asal Malaysia, mengisi malam kami dengan penuh isi dan pengetahuan baru, mengenai kepemimpinan yang seharusnya, kepemimpinan yang dibutuhkan Nusantara.

Hari terakhir ILC-NLC 2013, dilengkapi dengan presentasi para finalis yang terpilih dengan juri Andreas Sanjaya – founder Nalacity Foundation, Prof Misri – ketua IleaD UI, dan juri lainnya yang berkompeten. Presentasi berlangsung lancar dan baik, selepas ashar pengumuman pemenang dilakukan dan suasana jadi gegap gempita bagi kami semua – peserta ILC-NLC, ini adalah kemenangan bersama.

Semua peserta naik keatas panggung Ruang Seminar Utama FHUI, berfoto bersama. Hari dan minggu yang melegakan, jika bisa saya simpulkan maka saya akan memilih menulisnya dalam beberapa tema gagasan yang berbeda. Tapi satu yang sekiranya dapat merangkung semua dalam satu kesatuan makna ILC-NLC 2013 ini. Pemimpin yang dibutuhkan saat ini adalah pemimpin yang mampu walk the talk. Banyak bicara dan lebih banyak bekerja. Seorang yang sabar untuk belajar, dan keluar di waktu yang tepat saat dibutuhkan. Membangun citra lewat pengabdian yang nyata, membangun kompetensi lewat prestasi yang dipunya. Pemimpin yang dibutuhkan haruslah jujur dan berintegritas, berkomitmen dan cerdas. Untuk menuju satu inti yang satu, menjadi Pemimpin yang Bermanfaat!

Global Leaders, Nusantara Colors! Hidup, Pemimpin Indonesia!

taken from : web Studi Ilmiah Mahasiswa UNS
Foto : Dokumentasi Pribadi

Pengumuman PIMNAS XXVI tahun 2013 di Univ. Mataram Lombok


Selamat buat delegasi UNS 8 orang yang diantaranya 3 kelompok dari FMIPA..

Cekidot :

 

Kepada Yth : Rektor/ Ketua/ Direktur Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di

Tempat

Dengan hormat kami sampaikan bahwa sesuai hasil  evaluasi  Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) telah ditetapkan SK Dirjen Dikti Nomor  59/DIKTI/Kep/2013 tanggal 27 September 2013 tentang Penetapan Peserta Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXVI Tahun 2013 di Universitas Mataram. PIMNAS XXVI tahun 2013 akan diselenggarakan pada :

Hari/tanggal : Senin s.d. Jum’at, 09 – 13 September 2013
Registrasi : Senin, 09 September 2013 pukul 07.00 – 22.00 WITA
Tempat : Sekretariat PIMNAS XXVI 2013,Kampus UNRAM, Nusa Tenggara Barat
Pembukaan : Selasa, 10 September 2013 pukul 07.00 – 11.00 WITA
Tempat : Auditorium Kampus UNRAM

selanjutnya mohon kesediaan Saudara untuk menyampaikan kepada para mahasiswa peserta PIMNAS dari Perguruan Tinggi Saudara sebagaimana daftar terlampir untuk melakukan registrasi dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Registrasi on-line mulai tanggal 28 Agustus 2013 melalui WEB PIMNAS :

http://reg.pimnas26.unram.ac.id

2. Registrasi on desk tanggal 09 September 2013 di Sekretariat PIMNAS Kampus UNRAM, mulai pukul 07.00 WITA

Pada saat registrasi on desk setiap kelompok PKM menyiapkan kelengkapan sebagai berikut :

a. foto berwarna ukuran 4×6 sebanyak 2 (dua) lembar;
b. soft file powerpoint bahan presentasi;
c. membawa poster PKM yang akan dinilai;
d. membawa produk hasil kegiatan PKM;
e. memakai jaket almamater;
f. membawa surat tugas dari perguruan tinggi yang bersangkutan;
g. membawa kartu mahasiswa;
h. SPPD PIMNAS yang sudah di tandatangani pejabat Perguruan Tinggi yg bersangkutan; dan
i. foto Copy tiket PP dan Boarding Pass bagi yang menggunakan Transportasi udara.

3. Setiap kelompok PKM diwajibkan mengunggah :

a. Artikel dalam format word yang siap untuk dipublikasikan dengan tata cara penulisan mengikuti lampiran 11 Panduan Monitoring dan Evaluasi Program Kreativitas Mahasiswa Tahun 2013 dan
b. Soft copy poster dalam bentuk JPG/GIF/PNG,

paling lambat tanggal 7 September 2013 ke http://simlitabmas.dikti.go.id dengan menggunakan user dan password ketua kelompok PKM (ukuran file maksimal 5 Mbyte).

4. Technical Meeting dengan dewan juri tanggal 09 September 2013 pukul 14.30 – 16.30 WITA di Auditorium, Kampus UNRAM

5. Welcome Party tanggal 09 Juli 2013 pukul 19.00 – 21.00 WITA di Pendopo Gubernur Provinsi NTB

6. Acara pembukaan di laksanakan pada tanggal 10 September 2013 pukul 07.00 – 11.00  di Auditorium Kampus UNRAM

Panitia akan membiayai transport darat bagi peserta dari Mataram; pesawat udara kelas ekonomi dengan ketentuan

1. bagi  peserta  dari  pulau  Jawa  dan  Bali  biaya  pergantian  maksimum Rp. 1.500.000,-
2. bagi peserta luar Jawa dan Bali biaya pergantian maksimum Rp. 2.500.000.

Akomodasi  dan  transportasi  yang  dibiayai  bagi  setiap  kelompok  PKM (–P,-M,-K,-T, -KC) maksimal 3 (tiga) orang dan kelompok PKM GT Maksimal 2 (dua) orang.

Bagi  peserta  tambahan (yang tidak dibiayai) harus  menyertakan  bukti  transfer  kepada  panitia UNRAM tentang pembayaran akomodasi + konsumsi atas nama mahasiswa yang bersangkutan.

Demikian untuk diketahui dan atas perhatian Saudara kami sampaikan terima kasih.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

ttd

Agus Subekti
NIP. 196008011984031002

Lampiran Undangan Peserta PIMNAS XXVI tahun 2013

 

source : web DIKTI .. 

Rapimnas #FSLDK :)


P1000319

delegasi UNS :)

delegasi UNS 🙂

Still in the series of events RAPIMNAS 1 FSLDK, Sunday (31 March 2013) GRABIK FK UNAIR building re-echoed with Journalism Seminar. Jusman Dalle as speakers pump up the participants spirit to write. The participants at the journalism seminar is Rapimnas FSLDK participants that coming from all over the Indonesia country and some students at the University of Airlangga.

Why write? One reason for writing was different. In the QS. Al-‘Alaq:4, a Muslim is obliged to study, one of which is with a pen or writing. Even we as students should be able to write, because to graduate a college must write a thesis. A piece of this Hadith is very familiar to our ears >> “Tie the knowledge and science with writing.” With writing, the knowledge that we will get now will be studied by future generations as a timeless legacy of civilization. When we write, the transformation of ideas will run continuously because when someone writes he should have packed enough knowledge to compose an ideas he had in mind. JOSH!

A Napoleon Bonaparte said, “I am more afraid of the pen of a writer than 1000 enemy soldiers with rifles.”Because the writing, knowledge and ideas can be channeled across. In addition, writing can change the world. So writing skills is very important to updated and trained. But unfortunately not everyone has the awareness to write. This is our role to transmit the spirit of writing to the other :).

Knowledge exists in the mind thoughts, verbal and handwriting (Narrated by Ibn Kathir). At the present time, the civilization established by the pen. 20th century is the era of mutual influence over public opinion, we can see some politicians destroyed his image in the public eye simply because media. Media and the public as a judge and persecutors. The importance of writing and improve writing skills also need to be balanced with regenerate and spread expertise and passion in writing.

As an activist Da’wah Campus, it is necessary to be “intelligent journalist – activist” for entice the reader’s attention and public to scrutinize the content of the propaganda to be delivered. No doubt, the speed of technological development demand the activists to upgrade themselves. There is a rumor that tickle our ears “do not write to make money”. Absolutely, when we write to make money then the ideas and our intellect would be bought. In addition, when we submit our handwriting to cetain mass media, we should know the terrain and the feature of that media. There are some mass media anti t****yah, for example Tem*o and Komp*s.

So, what is the writing tips? Jusman Dalle gave some important tips how to start writing, by looking for ideas of writing and making framework. Ideas come from reading, seeing, hearing, thinking, discussing. To obtain an idea set forth in writing. Because the key to writing is to sharpen a hunch. In addition, the title of this article also affects the reader’s interest. According Jusman Dalle, the article title should be to the point, mysterious, provocative, short and solid, patterned, original. In addition, make a good opening line and flow is important to comfortable-ing the reader to our handwriting.

If some people may have difficulty in finding an idea, then one of the participants of the seminar revealed that “he was too much of an idea”. Tips offered by mas is Jusman Dalle is focus on one idea and complete it, (Allah has said in Surah 94:7 too : So that means when you have finished (from something matters), do solemnly (affair) to another .. ) because of the focus we will raise ourselves bargaining position. Moreover, passion is needed in writing because it will bring our writtings more valuable in public eye. Another problem in writing is fear to opine. This could happen because we prepareless in mastering the theme, so we must broaden our insight more and more ^ ^. When people criticized our writings, do not feel inferior, otherwise we should thank him because he was fixing our lack. Soooo, don’t be discouraged to preaching with our writing. Writing can be a key to success and with writing We Can Change The World.

source: dakwatuna.com with many many changes 🙂